Sejarah Ayam Goreng Nelongso

Ayam Goreng Nelongso berdiri sejak bulan Februari 2013, dengan menyewa sepetak pujasera di Jl.Sukarno Hatta Malang yang berukuran 2x3 meter,dan ayam goreng nelongso didirikan oleh mas nanang dan istrinya untuk mencukupi penghasilan keluarga, dan memutuskan membuka warungnya 24 jam penuh dengan pertimbangan ingin memonopoli pasar karna dirasa saat itu belum ada rumah makan yang buka penuh 24 jam dan saat itu hanya orang berjualan kopi yang mau buka sampai pagi. Dan juga dengan pertimbangan melihat lingkungan sekitar untuk jam malam masih ramai anak muda-muda nongkrong atau ngopi di pinggir jalan.

Ayam Goreng Nelongso

Pada awalnya mas nanang dan istrinya berjualan aneka lalapan di daerah karang ploso. Karna berada desa kecil, maka kurang laku akhirnya pindah di pujasera sukarno hatta dengan berjualan aneka olahan bebek. Karna harga kulakan bebek yang mahal, sehingga harga jualnya pun mahal sehingga kurang terjangkau dengan kantong konsumen yg notabene adalah mahasiswa karna lokasi warung ada di sekitar dekat kampus maka mas nanang dan istrinya memutuskan menambah olahan produknya dengan berjualan ayam. Dan untuk menarik perhatian konsumen, karna saat itu banyak sekali competitor yang berjualan ayam goreng maka mas nanang menamakan produknya dengan nama ayam goreng nelongso dengan pertimbangan namanya unik dan mudah di ingat dan harga 1 porsi di bandrol Rp 5.000 dengan komposisi setiap menunya (ayam+sayap+ceker) karna menu ini merupakan identitas/ciri khas ayam goreng nelongso maka menu dan harga bertahan sampai sekarang dengan porsi terbatas karna hanya untuk menarik perhatian konsumen.

 

Ayam Goreng Nelongso

 

Pada saat itu dengan pertimbangan agar produknya cepat laku dan dikenal oleh konsumen maka mas nanang melakukan penjualan dengan delivery order, yang saat itu banyak rumah makan yang belum melakukan penjualan dengan cara delivery order dengan menyebar brosur ke kos/perumahan/kampus dan apartemen sekitar warung dan kampus. karena istrinya seorang pegawai maka mas nanang saat pagi memasak berbelanja dan berjualan sendiri sampai sore hari, setelah istrinya pulang kerja maka istrinya yang berjualan dan mas nanang yang sebar brosur dan melayani delivery order.

Sampai pada suatu saat banyak sekali permintaan delivery dan warungnya semakin ramai dan banyak orang yang tau, bahkan menjadi pelanggan dari hasil menyebarkan brosur ke kampus kampus dan akhirnya banyak pelanggan yang mencoba dan cocok. Akhirnya mereka memasang karyawan freelance mahasiswa dengan fee bonus dari hasil penjualan yang berhasil di lakukan oleh sale. Sehingga selang waktu semakin banyak freelance / sales delivery yang ikut bergabung, dan permintaan delivery juga semakin banyak, outlet juga semakin ramai.

 

Ayam Goreng Nelongso

 

Berawal dari situlah orang mulai mengenal ayam goreng nelongso terutama di kalangan anak muda kampus dan selang waktu 4 bulan tempat tersebut di jual oleh pemilik kepada pengembang dan dijadikan ruko, maka mas nanang di minta pindah oleh pemilik tempat akhirnya mas nananag pindah ke pujasera sebelahnya yaitu pujasera sukarno hatta dengan karyawan awal 2 orang delivery dan 2 orang karyawan.

Berawal dari outlet kecil di pujasera syukur Alhamdulillah sekarang mempunyai 11 outlet dan karyawan kami sekarang berjumlah 500 orang. di awal hanya bisa menjual 2 kg ayam dan 2 ekor bebek sekarang bisa menjual minimal 220 ekor bebek setiap hari, ayam potong 1.400 kilo setiap hari,160 ekor ayam kampong dan 100 kilo ikan setiap harinya.

Dengan awal sebagai warung kecil di daerah sukarno hatta sehingga berkembang menjadi 11 outlet, maka outlet ke-3 ayam goreng nelongso yg berada di Unmuh DAU dari hasil keuntungan penjualannya juga di persembahkan untuk sedekah perusahaan untuk kepentingan umat, karna hakikat sebuah bisnis / usaha adalah bisa memberi manfaat untuk umat dan orang sekitar.

Gabung Kemitraan